Beranda > Blog > Cara Menguras Air Radiator, Penting agar Mesin Awet!

Cara Menguras Air Radiator, Penting agar Mesin Awet!

Tips / 27 September 2023

cara menguras air radiator

Air radiator memiliki peranan besar untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal. Serta menghindari risiko overheating saat kendaraan beroperasi. Sebagai pengguna kendaraan, sudah semestinya Anda tahu cara menguras air radiator. Karena hal ini merupakan kegiatan yang cukup wajar dan wajib Anda lakukan secara rutin.

Tentu saja karena radiator memiliki peranan penting untuk kendaraan. Lalu, bagaimana caranya? Mari cari tahu lewat ulasan berikut!

Pentingnya Menguras Air Radiator Secara Rutin

Berikut beberapa alasan penting menguras air radiator secara rutin:

A. Mencegah Air Radiator Terkontaminan

Umumnya, semakin sering Anda gunakan, air radiator bisa saja sudah tercemar dengan kontaminan yang terbawa saat proses pendinginan. Dalam prosesnya, cairan yang mengelilingi mesin secara berulang bisa saja membawa kontaminan dan membuat performa kurang optimal.

Selain itu, penggantian produk cairan pendingin dari yang lama dan yang baru bisa saja berbeda jenis. Sehingga bisa saja bentrok jika Anda gabungkan. Umur dari produk terpakai juga akan buruk jika terkontaminasi dengan produk baru. Sehingga mengurasnya adalah solusi terbaik.

B. Memeriksa Kinerja Komponen Radiator

Menerapkan cara menguras air radiator yang tepat juga dapat membuat Anda mengamati bagaimana kondisi dan kinerja dari komponen terkait. Contohnya seperti termostat dan juga water pump yang merupakan komponen yang berkaitan dengan cairan pendingin.

C. Menjaga Kualitas Produk Baru

Selain menghindari kontaminan dan pengukuran kinerja komponen radiator, pengurasan ini juga akan membantu menjaga kualitas produk baru atau gantian. Sehingga kinerja sistem pendinginan bisa lebih optimal, serta melindungi mesin dari kerusakan akibat kerak yang tertinggal pada mesin.

D. Upaya Meningkatkan Efisiensi dan Umur Mesin

Pengurasan ini juga akan membantu menjaga efisiensi dan umur mesin lebih optimal. Walaupun sebenarnya bisa saja menambahkan produk baru tanpa menguras, namun akan meningkatkan risiko pada mesin kendaraan. 

Cara Menguras Air Radiator

Untuk menguras air radiator dengan benar, kamu bisa mengikuti beberapa langkah berikut: 

1. Panaskan Mesin Terlebih Dahulu

Seperti yang Anda tahu, sistem pendinginan akan mulai mendistribusikan cairan pendingin saat kendaraan beroperasi atau temperatur kerja mesin telah tercapai. Untuk memaksimalkan proses pengurasan, Anda bisa mulai dengan memanaskan mesin terlebih dahulu. 

Nyalakan mesin kemudian biarkan mesin menyala setidaknya 5 atau 10 menit. Tujuannya untuk memastikan seluruh endapan atau kontaminan terbawa oleh cairan sebelum Anda kuras.

Secara teori, dengan cara ini kontaminan akan terbawa oleh cairan. Lalu akan mengendap pada bagian paling dasar (jalur buang).

2. Matikan dan Dinginkan Terlebih Dahulu

Setelah memanaskan mesin, Anda tak bisa langsung membuka katup buang. Ini cukup berbahaya karena mesin masih panas dan hawa panas masih terperangkap dalam sistem pendinginan.

Anda perlu menunggu mesin dalam keadaan mati selama beberapa saat hingga katup buang aman untuk Anda buka.

3. Buka Tutup Jalur Pembuangan Radiator dengan Hati-Hati

Cara menguras air radiator ini tak mengharuskan Anda menunggu hingga dingin 100%. Setidaknya Anda bisa mengukur bahwa hawa panas sudah sedikit berkurang. Setelah cukup aman Anda tak bisa asal buka, karena hawa panas bisa saja meluap dan melukai kulit.

Buka secara perlahan, hingga tutup radiator (yang ada di jalur pembuangan) mengeluarkan bunyi klik. Melalui bunyi tersebut Anda bisa pastikan sudah ada cukup ruang untuk udara panas keluar melalui celah jalur pembuangan. Tunggu beberapa saat sebelum membuka tutup sepenuhnya.

Pastikan untuk menampung cairan pada wadah tahan panas, agar tidak berceceran di lantai dan menimbulkan risiko baru. Bersihkan jika ada ceceran cairan yang jatuh ke lantai agar tidak licin. Jika sudah keluar semua, tutup kembali hingga benar-benar rapat.

4. Mulai Isi dengan Air Radiator Baru

Cara kuras air radiator berikutnya adalah mengisi radiator dengan produk yang baru. Anda hanya perlu menyiapkan produk baru lalu membuka tutup radiator (jalur pengisian). Kemudian, Anda tinggal menuangkannya hingga batas maksimal yang ditentukan.

Pastikan memilih Air Raditor yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan dan kondisi lingkungan. Ini bertujuan untuk memastikan produk dapat bekerja maksimal dalam menjaga suhu mesin pada temperatur optimal saat beroperasi. Jangan lupa tutup kembali jalur pengisian radiator.

5. Nyalakan Mesin dan Panaskan Sekali Lagi

Sebelum Anda menggunakan kendaraan, pastikan Anda melakukan proses pemanasan sekali lagi sebelum membuat kendaraan berjalan. Kembali nyalakan mesin dalam keadaan stasioner setidaknya selama 5 atau 10 menit. Ini akan membantu air radiator dan mesin saling beradaptasi.

Anda juga perlu melakukan pemantauan suhu secara berkala untuk memastikan sistem beroperasi dengan semestinya. Ini juga akan membantu Anda terhindar dari kendala saat kendaraan berjalan. 

Sebisa mungkin jangan langsung menggunakan kendaraan untuk bepergian, seketika setelah penggantian air radiator. Kecuali Anda dalam keadaan darurat. Sebab, hal tersebut dapat memicu overheating karena sistem belum saling beradaptasi.

6. Periksa Kondisi Mesin

Jika terjadi kejanggalan setelah menerapkan cara menguras air radiator, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke bengkel resmi atau mendatangkan Mekanik. Ini bertujuan untuk memastikan tak ada komponen yang bermasalah, sekalipun ada, Anda bisa segera mengganti komponen yang rusak.

Melakukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala akan sangat membantu mesin beroperasi lebih optimal. Ini juga berperan penting untuk memperpanjang usia mesin dan komponen yang terlibat. Terutama komponen pada sistem pendinginan kendaraan.

Tips Singkat Memilih Air Radiator

Agar dapat memaksimalkan kinerja komponen dan sistem pendinginan, ada baiknya Anda memilih produk air radiator terbaik dengan cara, seperti:

  • Periksa kebutuhan dan cocokan mesin dengan produk yang akan Anda gunakan. Ini termasuk pemilihan jenis produk yang akan Anda pilih.

  • Anda juga perlu memeriksa harga pasaran dengan harga yang Anda dapatkan, jangan tergiur harga murah untuk produk abal-abal. Namun, jangan juga impulsif tanpa memperhatikan kecocokan produk dengan kebutuhan mesin dan lingkungan. 

  • Sesuaikan dengan budget dan memperhatikan tips memilih air radiator yang tepat. Pastikan membeli pada tempat resmi dengan kredibilitas terpercaya.

Sudah Tahu Bagaimana Cara Menguras Air Radiator?

Pengurasan air radiator akan mempengaruhi kinerja kendaraan di masa mendatang. Karena itu, langkah-langkah di atas wajib Anda terapkan. Pastikan juga memilih produk berkualitas dari seller terpercaya, seperti Sefas Group. Sebab, Sefas merupakan distributor resmi dengan layanan profesional.

Sefas memulai perjalanannya pada tahun 1997 sebagai distributor untuk Pelumas Shell. Selama bertahun-tahun, Sefas terbukti menjadi salah satu perusahaan terkemuka dalam rantai pasokan pelumas di Indonesia.

Tertarik untuk membeli? Dapatkan informasi lebih lengkap lainnya dengan cara menghubungi kontak Sefas

FAQ

Bagaimana cara menguras air radiator? 

Langkahnya tak begitu sulit, nyalakan mesin dan panaskan kurang lebih 5 menit lalu matikan kembali. Buka tutup radiator (jalur buang), lalu kuras hingga tak ada lagi yang menetes. Tutup kembali, lalu isi dengan produk baru.

Kapan kuras air radiator? 

Kuras setidaknya setelah 80.000 Km atau 4 tahun sekali mana yang tercapai lebih dahulu. Jika pemakaian cukup intens, ubah setiap 20.000 km atau 1 tahun sekali.

Apakah air radiator perlu di kuras?

Karena air radiator memiliki banyak fungsi, sebaiknya Anda kuras. Namun, dalam keadaan mendesak Anda bisa mempertahankan produk dan menambahkannya hingga penuh.

Apa boleh mengganti air radiator dari air biasa ke coolant?

Bisa. Asalkan air sudah benar-benar bersih dari radiator dan dilakukan pembilasan dengan air radiator, sehingga Anda bisa menggantinya dengan coolant.