Beranda > Blog > Panduan Cara Mengganti Air Radiator Pada Kendaraan Logistik

Panduan Cara Mengganti Air Radiator Pada Kendaraan Logistik

Tips / 23 August 2023

cara mengganti air radiator

Air radiator merupakan komponen yang keberadaannya sangat penting bagi mesin mobil. Tugas utama komponen ini adalah untuk menjaga kestabilan temperatur mesin mobil agar mesin bisa bekerja dengan maksimal. Namun, ada kalanya air radiator perlu diganti. Sehingga, sangat penting bagi Anda untuk tahu cara mengganti air radiator.

Salah satu mobil yang perlu Anda perhatikan kondisi air radiatornya adalah mobil logistik. Meskipun Anda harus mengganti water coolant secara berkala, Anda tidak perlu ke bengkel. Sebab,  Anda bisa mengganti air radiator sendiri di rumah.

Bagaimana Cara Mengganti Air Radiator di Rumah?

Memahami cara mengganti water coolant yang benar harus Anda ketahui agar air radiator di mobil Anda awet, tidak mampet, dan bersih. Berikut adalah cara isi air radiator mobil yang bisa Anda ikuti:

1. Buka Tutup Radiator

Cara mengganti air radiator yang pertama yaitu buka tutup radiator pada mobil logistik Anda. Anda harus membuka tutup radiator yang biasa Anda gunakan untuk memasukkan water coolant. Hal ini berfungsi untuk melepas tekanan yang ada di dalam radiator.

Sebelum membuka tutup radiator dan melakukan tahap-tahap berikutnya, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Pertama, pastikan Anda melakukannya dalam kondisi mobil dingin agar menghindari risiko cedera. Kedua, untuk membuka tutup radiator harus berhati-hati karena jika dalam kondisi panas maka tutup radiator akan memiliki tekanan saat dibuka. 

Pastikan juga tutup air radiator kendaraan logistik Anda masih dalam kondisi bagus. Jika karet penahannya sudah kendur, segera ganti dengan yang baru agar air radiator tidak keluar.

2. Buka Lubang Radiator Bagian Bawah

Cara mengganti air radiator berikutnya adalah dengan membuka lubang radiator bagian bawah. Lubang bagian bawah ini berbentuk seperti baut. Buka lubang ini agar air radiator yang sudah keruh bisa keluar dengan mudah. Namun, cukup sulit untuk mencari letak lubang bagian bawah ini.

Jadi, Anda bisa menggunakan senter untuk mencarinya. Biasanya, lubang terletak di sebelah kiri jika Anda berdiri di depan mobil. Akan tetapi, jika kesulitan menemukan lubang radiator bagian bawah, Anda bisa mengeluarkan air radiator yang sudah keruh dengan cara membuka selang radiator.

3. Bersihkan Radiator dan Selang

Cara mengganti air radiator berikutnya adalah membersihkan radiator dan selang agar semua sisa kotoran dapat hilang dengan sempurna. Caranya bisa dengan menyemprotkan tekanan air lewat tutup radiator bagian atas. Kemudian lakukan hingga air yang keluar dari radiator berwarna bening. Sebab, itu tandanya radiator sudah bersih.

Selain radiator, jangan lupa juga untuk membersihkan selang dari kotoran yang masih tersisa. Anda bisa gunakan sikat untuk membersihkan selang. Membersihkan selang juga punya peran penting dalam keawetan radiator mobil logistik Anda. Ini karena selang yang bersih akan mencegah radiator mampet.

Setelah Anda memastikan radiator dan selang sudah bersih, tutup lubang radiator bagian bawah. Pastikan sudah tidak ada lagi air yang tersisa di dalam radiator sebelum menutupnya.

4. Isi Ulang Air Radiator

Cara mengganti air radiator berikutnya adalah mengisi ulang air radiator. Tuangkan water coolant yang baru ke radiator hingga batas maksimal. Lakukan pengisian water coolant hingga gelembung menghilang. Langkah ini dilakukan agar angin dan sirkulasi di dalam radiator bekerja dalam kondisi baik.

Proses menghilangkan gelembung atau angin di radiator bisa Anda lakukan dengan cara mengisi water coolant sembari menghidupkan mobil. Langkah ini bisa mempercepat proses penghilangan gelembung di radiator.

Pastikan untuk mengisi radiator mobil logistik Anda dengan water coolant agar proses pendinginan mesin berjalan lebih sempurna. Sebab, ada sejumlah keunggulan dari penggunaan water coolant yang cukup baik jika Anda bandingkan dengan menggunakan air biasa.

5. Cek Kondisi

Cara mengganti air radiator yang terakhir yaitu Anda bisa membawa mobil logistik untuk berjalan-jalan sebentar dengan tujuan mengecek kondisinya setelah mengganti water coolant.

Anda bisa melihat indikator suhu selama membawa mobil berjalan-jalan. Jika pengaturan suhu mobil logistik Anda normal, sudah bisa dipastikan jika Anda sudah mengganti water coolant dengan benar.

 

Kapan Air Radiator Sebaiknya Diganti?

Ini adalah pertanyaan yang juga cukup sering muncul. Sebaiknya ganti air radiator mobil berapa bulan sekali? Sebaiknya Anda mengganti water coolant setiap penggunaan sejauh 20.000 km atau saat water coolant sudah berwarna keruh.

Selain itu, Anda bisa menggantinya sekaligus saat melakukan service mobil selama 6 bulan sekali. 

 

Water Coolant dan Air Biasa, Mana yang Lebih Baik?

Mungkin Anda bertanya-tanya, apakah boleh mengganti air radiator dengan air biasa? 

Penggunaan water coolant mungkin masih terasa asing bagi beberapa orang di Indonesia. Banyak yang masih beranggapan kalau radiator itu seharusnya diisi dengan air. Bahkan, penggunaan coolant dianggap tidak ada faedahnya dan memberatkan secara finansial saja.

Padahal jika dilihat lagi, komponen dari sistem pendingin mesin, seperti radiator, water pump, thermostat, dan lainnya terbuat dari logam (besi, aluminium, tembaga, dll). Sedangkan air bersifat korosif terhadap logam. Untuk melihat korosi pada logam, silakan coba masukkan paku ke wadah yang berisi air (gunakan paku biasa yang terbuat dari besi, bukan paku yang sudah di Galvanisasi), keesokan harinya pasti warna air sudah berubah, dari semula berwarna bening menjadi kecoklatan. Jika dibiarkan terus kira-kira selama seminggu, air di wadah tersebut sudah mulai menghitam akibat paku di dalamnya terkorosi.

Seperti itu juga lah yang terjadi di dalam mesin kita jika cairan di dalam radiator adalah air, bukan diisi coolant. Komponen-komponen di dalamnya akan terkorosi dan akibatnya akan keropos. Hal ini akan memperpendek umur komponen-komponen tersebut. Dengan demikian, pemilik unit yang menggunakan air akan lebih banyak mengeluarkan uang untuk perbaikan dibandingkan dengan pemilik unit yang menggunakan water coolant dengan tepat.

Water coolant juga bisa membuat water jacket tidak cepat mengalami karat atau korosi. Serta dapat lebih mudah mengetahui jika ada kebocoran pada radiator. 

Beda halnya jika Anda menggunakan air kran, kebocoran tidak bisa diketahui dengan mudah. Jika mobil logistik Anda terbiasa menggunakan air biasa, sebaiknya Anda rutin melakukan pengecekan pada bagian radiator mobilnya. 

 

Apa Jenis Air Radiator yang Sebaiknya Digunakan?

Tidak hanya membersihkan radiator saja, penggunaan water coolant juga dapat membantu mesin mobil Anda lebih awet. Jika Anda ingin menggantinya sendiri di rumah, biaya ganti air radiator mobil berkisar antara Rp40.000,00 hingga Rp130.000,00, tergantung dengan harga water coolant di pasaran.

Ada beberapa jenis air radiator atau water coolant yang bisa Anda dapat di pasaran. Ketahui masing-masing kelebihan dan kekurangan serta penggunaannya agar sesuai dengan kebutuhan kendaraan logistik Anda!

 

FAQ

Apa boleh air radiator diganti air biasa?

Sebaiknya menggunakan air radiator atau water coolant agar mesin mobil Anda lebih awet.

 

Berapa lama kita harus ganti air radiator?

Anda bisa ganti air radiator setiap penggunaan dengan jarak 20.000 km atau jika air radiator sudah berwarna keruh.

 

Bagaimana cara menguras air radiator?

Buka tutup radiator bagian atas dan bagian bawah agar air radiator yang sudah keruh bisa keluar secara menyeluruh.

 

Berapa liter isi air radiator mobil?

Air radiator bisa Anda isi sebanyak 3-4 liter.