Apa Sebenarnya Makna Warna pada Grease?
Beranda > Blog > Apa Sebenarnya Makna Warna pada Grease?

Apa Sebenarnya Makna Warna pada Grease?

Tips / 16 December 2025

Grease merah sebagai penanda visual pada pelumas industri, bukan indikator mutlak jenis atau kualitas

Grease merah sebagai penanda visual pada pelumas industri, bukan indikator mutlak jenis atau kualitas

Warna Grease Bukan Sekadar Estetika, Tapi Juga Bukan Penentu Mutlak 

Apa yang ditunjukkan oleh grease merah, biru, hijau, putih, atau bahkan merah muda?

Apakah itu menyiratkan jenis atau aditif tertentu? Tingkat kualitas atau biaya yang berbeda? Ini semua adalah pertanyaan umum, dan semuanya dapat dijawab dalam satu kata: TIDAK. Atau, lebih spesifiknya: BELUM TENTU. 

Grease merah, misalnya, memang sering diasosiasikan dengan aplikasi bersuhu tinggi. Namun dalam praktiknya, setiap produsen pelumas menggunakan warna dengan cara yang berbeda. Warna lebih banyak dipakai sebagai pembeda visual atau clue identifikasi, bukan sebagai standar teknis yang berlaku universal.

Warna adalah Petunjuk, Bukan Pengidentifikasi

Produsen pelumas menambahkan pewarna pada grease semata-mata untuk memudahkan identifikasi dan membuat tampilannya lebih mudah dikenali, bukan untuk menunjukkan formula khusus. Tanpa pewarna, sebagian besar grease hanya akan terlihat cokelat atau hitam.

Warna yang khas memang bisa membantu teknisi. Misalnya, jika grease yang keluar dari ujung grease gun berbeda dari warna grease yang seharusnya digunakan, itu bisa menjadi tanda bahwa terjadi salah aplikasi atau kontaminasi. Indikator visual ini berguna, tetapi warna saja tidak boleh dijadikan dasar untuk mengidentifikasi jenis grease, kecuali Anda yakin benar bahwa hanya ada satu jenis grease berwarna tertentu yang digunakan di fasilitas Anda.

Tabel di bawah menunjukkan bahwa satu warna grease sering kali dapat merujuk pada berbagai jenis grease yang berbeda, terutama pada kategori lithium complex, sehingga tidak dapat dijadikan acuan teknis yang mutlak.

Industrial Greases
(by Thickener Type)
Brand A Brand B
Aluminum Complex White, Gray-Black White
Calcium Sulfonate Tan Tan, Gray
Calcium Stearate Amber Amber
Lithium Complex Green, White, Purple, Red Black, Red, White, Blue, Green
Lithium with Moly Gray-Black Dark Blue, Gray
Lithium Amber, Green, Red Brown, Black
Polyurea Green, Red Blue, Green, Off-White
Bentonite Clay Golden Red, Gray, Tan

 

Warna grease juga dapat memberikan indikasi mengenai kondisi atau kualitas grease selama pemakaian. Bukan berarti grease merah otomatis lebih berkualitas dibandingkan grease hitam, tetapi perubahan warna dapat menjadi sinyal penting. Jika grease yang awalnya berwarna cerah, misalnya merah, mulai menggelap hingga mendekati hitam, hal itu dapat menunjukka bahwa grease tersebut mengalami penurunan performa, teroksidasi, atau mulai terdegradasi.

Perubahan Warna Terjadi Saat Grease Terdegradasi

Saat grease mulai teroksidasi atau terkontaminasi, warnanya umumnya akan menggelap. Perubahan ini biasanya mudah terlihat jika dibandingkan dengan kondisi grease baru, dan dapat menjadi tanda bahwa grease sudah mendekati atau mencapai batas usia pakai. Penggelapan warna memang hal yang wajar, tetapi yang perlu diperhatikan adalah seberapa cepat perubahan itu terjadi, karena kecepatan penggelapan bisa menunjukkan tingkat keausan atau kerusakan pada grease 

Perubahan Warna Terjadi saat Grease Tercampur

Selain penggelapan akibat kondisi operasi dan lingkungan, perubahan warna juga bisa menjadi tanda bahwa grease telah tercampur dengan grease lain secara tidak sengaja. Jika ini terjadi, perlu segera ditelusuri penyebab dan sumbernya, karena kesalahan dalam pemakaian grease jauh lebih sering terjadi daripada yang disadari banyak orang. Dampaknya pun tidak sepele, pencampuran grease dapat merusakan konsistensi, menurunkan performa, dan mengganggu keandalan pelumasan mesin.
Salah satu solusi cepat adalah menggunakan jenis fitting yang berbeda untuk tiap jenis grease, misalnya fitting standar untuk bearing umum dan button-head fitting untuk bearing motor listrik. Opsi lain adalah menyisakan sedikit grease pada fitting sebagai penanda warna grease yang seharusnya digunakan. Namun, metode ini hanya aman dipakai jika fasilitas Anda memang menggunakan satu jenis grease dengan warna tersebut. Pastikan juga setiap grease gun diberi label jelas mengenai jenis dan warna grease yang digunakan. 

Hal yang Perlu Diingat Soal Warna Grease

Warna grease memang bisa membantu identifikasi visual, tetapi pada dasarnya warna hanyalah bagian dari branding produsen, bukan sebuah parameter teknis. Warna sering dipakai untuk membedakan jenis grease (misalnya berdasarkan thickeners), namun tidak ada warna yang secara pasti menjamin jenis thickener atau formulasi tertentu, bahkan dalam produk dari merek yang sama. Karena itu, jangan pernah mengandalkan warna saja untuk menentukan spesifikasi grease yang tepat. 

Tips Memilih Grease dari SEFAS Group

1. Selalu ikuti panduan dari OEM/manualbook

Spesifikasi dari pabrik adalah acuan utama untuk memastikan grease sesuai dengan kebutuhan desain peralatan

2. Cocokkan Grease dengan Aplikasinya
- Untuk beban berat dan aplikasi umum, gunakan grease dengan thickener Lithium atau Lithium Complex
- Untuk aplikasi high-speed, pilih grease dengan base oil yang lebih encer, misalnya viskositas ISO VG 100 cSt, agar resistensi putaran lebih rendah dan temperatur operasi tetap stabil

3. Gunakan metode 6R dalam Manajemen Pelumasan
Right Grease, Right Place, Right Amount, Right Time, Right Way, Right Monitoring 

Layanan Konsultasi & Solusi Grease dari SEFAS Group

Jika Anda masih ragu memilih grease yang tepat untuk mesin atau aplikasi tertentu, SEFAS Group menyediakan layanan konsultasi teknis khusus. Sebagai distributor resmi pelumas Shell, SEFAS Group menawarkan rangkaian lengkap grease untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari Shell Gadus untuk aplikasi heavy-duty, Shell Darina untuk lingkungan higienis, hingga Shell Albida untuk kondisi ekstrem dan marine.

Selain menyediakan produk, kami juga menyelenggarakan pelatihan teknis mengenai pemilihan, aplikasi, dan penanganan grease yang benar, sehingga performa peralatan tetap optimal dan risiko downtime dapat diminimalkan.

Untuk penjelasan lebih detail, yuk segera hubungi tim ahli kami!