Beranda > Blog > Mengenal Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal dan Tujuannya

Mengenal Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal dan Tujuannya

Tips / 29 August 2023

sistem perawatan mesin kapal

Sistem perawatan mesin kapal memiliki peranan penting dalam menjaga performa dan efisiensi operasional kapal selama pelayaran. Rencana sistem perawatan mesin kapal merupakan strategi yang membantu dalam pemeliharaan yang teratur dan terencana untuk memastikan bahwa mesin kapal tetap beroperasi secara optimal dan tahan lama.

Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko kerusakan tak terduga, meminimalkan downtime kapal, serta mengoptimalkan produktivitas dan keselamatan pelayaran.

Disini kita akan membahas beberapa hal mengenai rencana sistem perawatan mesin kapal dan tujuan melakukannya.

Apa Itu Sistem Perawatan Mesin Kapal?

Sistem perawatan mesin kapal adalah rangkaian prosedur, kegiatan, dan strategi yang dirancang dan diimplementasikan untuk menjaga, merawat, dan memelihara mesin-mesin yang ada di dalam kapal agar tetap dalam kondisi operasional yang optimal.

Sistem perawatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mesin kapal dapat beroperasi dengan efisien, aman, dan handal selama masa layanan kapal.

Komponen Sistem Perawatan Mesin Kapal

Komponen utama dari sistem perawatan mesin kapal meliputi:

A. Pemeliharaan Preventif

Perawatan ini dilakukan secara berkala dan terencana sebelum terjadinya kerusakan atau kegagalan. Tujuannya adalah untuk mencegah kerusakan yang dapat mengganggu operasi kapal.

Pemeliharaan preventif dapat melibatkan pemeriksaan rutin, penggantian suku cadang, pelumasan, dan perawatan lainnya.

B. Pemeliharaan Korektif

Ini adalah perawatan yang dilakukan sebagai respons terhadap kerusakan atau masalah yang terdeteksi pada mesin kapal. Tindakan ini dilakukan untuk memperbaiki dan mengembalikan mesin ke kondisi operasional yang normal.

C. Pemeliharaan Prediktif

Metode ini melibatkan pemantauan dan analisis terus-menerus terhadap kinerja mesin menggunakan data dan teknologi sensor. Dengan memantau parameter seperti suhu, tekanan, getaran, dan lainnya, operator kapal dapat meramalkan kapan perlu dilakukan pemeliharaan untuk menghindari kegagalan tak terduga.

D. Pemeliharaan Total Produktif (Total Productive Maintenance - TPM)

Pendekatan ini fokus pada efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan. Tujuannya adalah untuk mengurangi kerusakan dan waktu henti yang tidak terencana dengan memaksimalkan kinerja mesin dan melibatkan semua anggota tim dalam proses perawatan.

E. Pemeliharaan Rutin

Pemeliharaan rutin merupakan aktivitas perawatan harian atau mingguan yang melibatkan tugas-tugas sederhana seperti pembersihan, pelumasan, dan pemeriksaan visual.

F. Pelatihan dan Pengembangan Kru

Sistem perawatan mesin kapal juga melibatkan pelatihan dan pengembangan kru kapal untuk memahami dan melaksanakan tugas-tugas perawatan dengan benar dan aman.

Tujuan Sistem Perawatan Mesin Kapal

Adapun beberapa tujuan dari sistem perawatan dan perbaikan mesin kapal atau plan maintenance system di kapal adalah:

1. Tujuan Umum

Berikut ini tujuan umum dari adanya sistem perawatan dan perbaikan mesin kapal:

  • Proses pengoperasian kapal lebih lancar dan meningkatkan keselamatan awak kapal, muatan, dan peralatannya.  

  • Memperhatikan jenis pekerjaan yang penting berkaitan dengan waktu operasi. Sehingga, sistem perawatan bisa Anda lakukan lebih teliti dan tepat dalam rangka menghemat biaya perbaikan dan perawatan. 

  • Membantu Team Works Engine Departement dalam mengetahui mesin yang sudah dirawat dan tidak demi kesinambungan pekerjaannya. 

  • Memperoleh informasi yang akurat untuk kantor pusat agar bisa meningkatkan pelayanan, perencanaan kapal, dan sejenisnya. Sehingga, proses kontrol dan manajemen bisa berjalan dengan baik. 

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus adanya plan maintenance system di kapal adalah:

  • Mempertahankan kondisi kapal agar selalu dalam keadaan baik saat menghadapi berbagai jenis cuaca dan tempat.

  • Mencegah terjadinya kerusakan berat pada kapal akibat dari perawatan yang tidak pernah Anda lakukan.  

  • Memudahkan proses pengontrolan dan pemeriksaan berbagai komponen atau item terkait kapal dengan cara pemberian label tiap item dan penomoran. 

  • Meringankan beban kerja dari suatu pekerjaan di atas kapal karena kerusakan yang lebih besar bisa Anda minimalisir. 

  • Mengelola biaya yang sudah Anda sediakan untuk anggaran perawatan dan bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan yang telah Anda rencanakan. 

  • Menjaga perjanjian usaha perdagangan dan komitmen dengan pihak kedua dan ketiga berkaitan dengan perkapalan. 

Akibat Jika Tidak Melakukan Sistem Perawatan Mesin Kapal

Ada beberapa akibat yang akan ditimbulkan bila sistem perawatan mesin kapal tidak dilaksanakan dengan baik, antara lain:

A. Kerusakan Mesin yang Parah

Mesin kapal yang tidak dirawat dengan baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan yang parah.

Kerusakan ini bisa berdampak langsung pada kinerja mesin atau bahkan mengakibatkan mesin berhenti berfungsi sepenuhnya, yang dapat menyebabkan gangguan pada perjalanan kapal dan memerlukan perbaikan mahal.

B. Waktu Henti Kapal yang Tidak Terduga

Ketika mesin kapal mengalami kerusakan yang tidak terduga, kapal mungkin harus dihentikan untuk perbaikan. Ini dapat mengakibatkan waktu henti yang tidak direncanakan, mengganggu jadwal perjalanan kapal dan menyebabkan kerugian ekonomi.

C. Biaya Perbaikan yang Tinggi

Kerusakan yang parah pada mesin kapal memerlukan perbaikan yang mahal. Penggantian komponen atau suku cadang yang rusak dapat menjadi biaya yang signifikan, terutama jika perbaikan harus dilakukan di tengah laut atau di pelabuhan asing.

D. Penurunan Efisiensi Operasional

Mesin yang tidak dirawat dengan baik cenderung beroperasi dengan efisiensi yang lebih rendah. Ini dapat mengakibatkan peningkatan konsumsi bahan bakar dan pengurangan kinerja kapal secara keseluruhan.

E. Risiko Keselamatan

Mesin kapal yang tidak dijaga dengan baik dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi kru kapal dan penumpang. Kerusakan tiba-tiba atau kegagalan mesin saat berlayar dapat mengakibatkan situasi darurat di tengah laut.

F. Pengurangan Umur Pakai Mesin

Ketidakpatuhan terhadap perawatan rutin dan preventif dapat mengurangi umur pakai mesin kapal. Ini berarti bahwa mesin mungkin harus diganti lebih awal yang merupakan biaya besar dalam jangka panjang.

Sudah Tahu  Apa Itu Sistem Perawatan Mesin Kapal?

Dalam penerapan sistem perawatan mesin kapal, oli mesin kapal sangat penting untuk diperhatikan karena berperan sebagai pelumas. 

Jika Anda membutuhkan oli terbaik untuk mesin kapal, Anda bisa bekerja sama dengan Sefas Group yang merupakan distributor oli Shell resmi.

Sefas memulai perjalanannya pada tahun 1997 sebagai distributor untuk Pelumas Shell. Selama bertahun-tahun, Sefas terbukti menjadi salah satu perusahaan terkemuka dalam rantai pasokan pelumas di Indonesia.

Sefas memberikan berbagai pilihan layanan seputar aplikasi dan manajemen produk pelumas. Dilengkapi dengan tim teknikal yang berpengalaman dan handal yang siap membantu para pelanggan. Layanan juga dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 

FAQ

Apa itu Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal?

Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal adalah strategi terencana yang mencakup prosedur, langkah-langkah, dan kegiatan yang dirancang untuk menjaga, merawat, dan memelihara mesin-mesin di dalam kapal dengan tujuan menjaga operasional dan kinerja kapal tetap optimal.

Mengapa Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal Penting?

Rencana ini penting karena mesin kapal yang tidak dirawat dengan baik berisiko mengalami kerusakan, mengganggu jadwal perjalanan, meningkatkan biaya operasional, dan bahkan mengancam keselamatan kru dan penumpang.

Mengapa Pelatihan Kru Penting dalam Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal?

Pelatihan kru penting karena mereka harus memahami prosedur perawatan yang benar dan aman untuk menjaga mesin kapal. Kru yang terlatih dapat mengidentifikasi masalah awal dan melaksanakan tindakan perawatan secara efektif.

Bagaimana Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal Dapat Mengurangi Biaya Operasional?

Dengan mencegah kerusakan serius dan kegagalan mesin, rencana ini membantu menghindari biaya perbaikan yang mahal dan penggantian suku cadang yang terlalu cepat. Dengan menjaga efisiensi mesin, konsumsi bahan bakar dapat ditekan.

Apakah Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal Bersifat Statis?

Tidak, rencana ini harus diperbarui secara berkala sesuai dengan pengalaman, perubahan teknologi, dan kondisi mesin kapal. Perubahan dalam operasional kapal dapat mempengaruhi strategi perawatan yang diperlukan.

Siapa yang Bertanggung Jawab untuk Mengimplementasikan Rencana Sistem Perawatan Mesin Kapal?

Manajemen kapal, kepala teknik, dan tim perawatan biasanya bertanggung jawab untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengawasi pelaksanaan rencana ini. Kru kapal juga harus terlibat dalam menjalankan prosedur perawatan sehari-hari.