Beranda > Blog > Fungsi Kandungan Ethylene Glycol pada Air Radiator

Fungsi Kandungan Ethylene Glycol pada Air Radiator

Tips / 27 September 2023

kandungan air radiator

Banyak yang masih belum tahu tentang fungi dari salah satu kandungan air radiator ethylene glycol. Padahal perannya penting karena banyak pabrikan air coolant berlomba untuk meningkatkan kandungan EG tersebut pada produknya.

Lalu, apa saja fungsi dari kandungan tersebut? Berikut pembahasan selengkapnya!

Pengertian Ethylene Glycol

Pada setiap air radiator yang Anda beli, umumnya akan ada tulisan EG. Ini menandakan bahwa air radiator tersebut mengandung senyawa ethylene glycol.

Ethylene glycol sendiri merupakan senyawa organik yang berasal dari hidrolisis etilen oksida. Sebuah senyawa yang memiliki ciri khas, yaitu mudah larut dalam air.

Selain itu, senyawa ethylene glycol ini juga tidak berwarna serta tidak memiliki bau.

Fungsi Ethylene Glycol sebagai Kandungan Air Radiator 

Lantas, apa sebenarnya fungsi dari salah satu kandungan pada air radiator tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya:

A. Menaikkan Titik Didih

Fungsi pertama adalah menaikkan titik didih serta menurunkan titik beku pada air radiator. Dengan kata lain, air coolant yang mengandung ethylene glycol menandakan bahwa air radiator tidak akan mudah beku.

Selain itu, titik didihnya pun bisa meningkat sehingga mampu lebih lama menjaga kestabilan suhu pada mesin kendaraan.

Ketika air biasa mempunyai titik didih mencapai 100° celcius, maka air radiator yang memiliki kandungan ethylene glycol mempunyai titik didih hingga 127° celsius. Dengan begitu, penggunaan air radiator yang memiliki kandungan EG sangat efektif untuk menghindarkan mesin dari overheat.

Meskipun begitu, perlu Anda perhatikan bahwa bukan berarti air radiator mampu benar-benar membuat mesin kendaraan selalu dingin.

Namun, adanya air radiator dengan EG mampu menghambat proses penguapan air karena suhu mesin kendaraan yang meningkat.

B. Menjaga Air Radiator Tidak Muncul Residu (Endapan)

Fungsi kedua dari ethylene glycol adalah berperan untuk menjaga agar air radiator tidak sampai mengalami residu atau endapan. Ketika air coolant tidak terdapat endapan residu, maka proses pendinginan pada kendaraan bisa beroperasi lebih optimal.

Kandungan EG Tinggi Membuat Mesin Dingin?

Banyak pertanyaan muncul terkait apakah kandungan air radiator ethylene glycol mampu selalu membuat mesin menjadi dingin. Sebenarnya anggapan semacam ini tentu kurang tepat.

Mengapa demikian? Karena media penyerap panas terbaik adalah air. Maka dari itu, kandungan ethylene glycol pada air radiator tentu tidak sampai melebihi 50%. Umumnya, kandungan senyawa tersebut sekitar 30%. Kemudian, 50% merupakan Prestone Cor-Guard.

Perbedaan Ethylene Glycol dengan Diethylene Glycol?

Sekarang ini, EG menjadi salah satu kandungan air radiator yang banyak Anda temukan. Meskipun begitu, ternyata ada beberapa air radiator yang ternyata mempunyai kandungan diethylene glycol. Kandungan tersebut seolah menjadi pesaing produk yang mengandung ethylene glycol.

Bagi yang belum tahu, diethylene glycol merupakan senyawa yang sifat maupun proses terbentuknya tak jauh berbeda dengan ethylene glycol. Selain itu, senyawa tersebut juga dianggap lebih baik karena mempunyai titik didih lebih tinggi daripada EG.

Dengan kata lain, diethylene glycol memiliki kemampuan yang lebih baik di dalam menjaga kestabilan temperatur mesin. Untuk diethylene glycol murni mempunyai titik beku sekitar -10,4° celsius. Kemudian untuk titik didihnya bisa menembus angka 245° celsius.

Meskipun fungsi diethylene glycol cenderung lebih baik, bukan berarti produk air radiator dengan ethylene glycol langsung ditinggalkan begitu saja. Alasannya, karena banyak masyarakat yang menganggap bahwa kandungan ethylene glycol sudah cukup untuk membantu dalam menjaga suhu mesin agar tetap stabil dalam waktu lama.

Terlebih lagi, menurut penelitian bahwa senyawa ethylene glycol tersebut efektif dalam menghambat proses korosi logam. Karena itu, Anda bisa tetap menggunakan air radiator yang mengandung ethylene glycol.

Ciri Air Radiator Harus Diganti

Karena fungsi air radiator yang sangat penting, maka Anda tidak boleh sembarangan dan wajib menggantinya secara rutin. Lantas, apa saja ciri dari air radiator yang harus segera Anda ganti? Berikut di antaranya:

1. AC Tidak Dingin

Jika Anda merasa AC di kabin mobil tidak terasa dingin, ini bisa menjadi salah satu penanda bahwa air radiator mulai berkurang atau habis. Sebab, jika air radiator habis, temperatu mesin akan sangat tinggi. Kompresor AC juga akan berhenti berputar agar bisa mengurangi beban kendaraan dan udara yang muncul justru akan terasa hangat.

2. Suara Mesin Menjadi Kasar 

Seperti yang Anda ketahui, kandungan air radiator berfungsi untuk menjaga suhu kendaraan. Jadi, ketika mesin terlalu panas, maka akan timbul suara kasar karena proses pembakaran tidak berjalan normal dan lebih cepat. Jika terus Anda biarkan, maka mesin bisa overheat dan mogok.

3. Mesin Tidak Bertenaga

Ketika berkendara di rpm atau kecepatan yang tinggi, mesin akan terasa tidak bertenaga jika kekurangan air radiator. Meski pedal gas sudah Anda injak lebih dalam, kendaraan akan tetap terasa berat.

Namun, ini juga bisa saja terjadi karena masalah lain yang membutuhkan penanganan profesional.

Sudah Tahu Fungsi Kandungan Air Radiator Ethylene Glycol? 

Itulah pembahasan seputar fungsi kandungan air radiator ethylene glycol dan perbedaannya dengan diethylene glycol. Bisa dikatakan, ethylene glycol merupakan senyawa yang sangat penting karena mampu menjaga suhu mesin agar tetap stabil.

Selain memiliki kandungan EG, ada beberapa tips memilih air radiator lainnya yang juga wajib Anda perhatikan. Seperti spesifikasi mobil dan kandungan lain di dalamnya. Karena itu, Anda sebaiknya membeli air radiator di tempat terpercaya dan resmi seperti Sefas Group.

Sefas menyediakan produk yang berkualitas tinggi untuk memastikan daya tahan dalam menstabilkan suhu kendaraan, serta telah terbukti menjadi salah satu perusahaan terkemuka dalam rantai pasokan pelumas di Indonesia.

Anda bisa menghubungi kontak Sefas untuk mendapatkan informasi penting lainnya dan berdiskusi dengan salah satu tim profesional Sefas. 

FAQ

Air radiator mengandung zat apa?

Selain mineral, air radiator juga mempunyai kandungan zat anti beku alias ethylene glycol. Kemudian, air radiator juga mempunyai zat aditif. Seperti 2-EHA atau 2-Etilhexil Akrilat, silikat, fosfat, maupun nitrit yang berperan untuk melindungi lapisan mesin dari korosi.

Apakah aman air radiator dicampur air biasa?

Mencampurkan air radiator berbeda merek memang boleh. Namun, akan lebih baik jika memakai air radiator dengan merek dan yang warna sama. Sedangkan mencampurkan air radiator dengan air biasa juga bisa Anda lakukan. Namun, cukup gunakan pada kondisi darurat.

Apa fungsi kandungan ethylene glycol pada coolant radiator?

EG atau ethylene glycol merupakan senyawa yang berperan penting untuk menaikkan boiling point pada air radiator. Umumnya, titik didih air mencapai 100 derajat celcius. Namun, kandungan ethylene glycol pada air radiator membuat titik didihnya lebih tinggi. 

Air apa yang bagus untuk radiator?

air radiator yang bagus untuk mesin adalah air yang punya boiling point dengan kadar 20%. Umumnya, air radiator tersebut mempunyai kandungan ethylene glycol. Ketika kadar boiling point tinggi, coolant tak akan mudah menguap dan lebih awet.

Apa air radiator perlu diganti?

Tentu saja perlu. Air radiator harus Anda kuras dan ganti agar bisa lebih maksimal fungsinya. Anda bisa menggantinya 1 tahun sekali atau setiap 20.000 kilometer.