Beranda > Blog > Jenis Excavator yang Cocok Untuk Tambang & Fungsinya

Jenis Excavator yang Cocok Untuk Tambang & Fungsinya

Tips / 26 June 2023

jenis excavator

Tambang merupakan salah satu industri yang membutuhkan peralatan berat yang efisien dan handal, salah satunya adalah excavator. Excavator menjadi mesin yang sangat penting dalam kegiatan tambang, karena mampu melakukan berbagai tugas seperti penggalian, pemindahan material, dan pengeboran.

Namun, tidak semua jenis excavator cocok untuk digunakan di lingkungan tambang yang keras dan menuntut. Pada artikel ini kita akan menjelaskan berbagai jenis excavator yang cocok untuk digunakan dalam operasi tambang, serta fungsinya masing-masing.

 

Mengenal Excavator

Sebelum memahami jenisnya, mungkin Anda juga harus mengenal tentang apa itu excavator. Singkatnya, ini merupakan alat berat yang biasa digunakan sebagai alat pengeruk. Bagian utama dari alat ini sendiri antara lain arm, bahu, bucket, dan juga tenaga penggerak hidrolik. 

Fungsi utama alat ini memang sebagai alat pengeruk. Namun pada perkembangannya, alat ini juga bisa digunakan sebagai penggali, alat bantu untuk loading, sloping, pengeboran, breaker, dan beberapa fungsi lainnya. 

Baca juga: 7 Jenis Alat Berat Tambang & Fungsinya

 

Jenis Excavator

Jika dilihat dari cara kerja dan juga penggunaannya, maka ada beberapa jenis excavator yang biasa digunakan saat ini, antara lain:

1. Crawler Excavator

Ini merupakan jenis excavator yang paling standar dan mudah Anda temukan. Ciri khas dari jenis ini adalah roda penggeraknya yang merupakan undercarriage. 

Di beberapa tempat, alat ini juga dikenal dengan sebutan backhoe. Hal tersebut karena memang alat ini dilengkapi dengan backhoe sebagai alat pengeruk, bucket, dan juga kabin. Letak kabinnya sendiri berada di atas turret, sehingga memungkinkan kabin bisa berputar.

Penggunaan jenis ini biasanya untuk medan yang tidak rata. Jenis ini biasanya digunakan untuk proyek tambang, penataan lanskap sebuah wilayah, pembuatan saluran air, dan lainnya. 

2. Hydraulic Shovel Excavator

Dari segi bentuk, jenis excavator ini hampir mirip dengan crawler excavator. Perbedaan paling mencolok adalah ukurannya yang jauh lebih besar. 

Jenis ini sendiri memang memiliki kapasitas bucket yang jauh lebih besar. Selain itu, dari segi kapasitas mesin, hydraulic shovel excavator juga memiliki kapasitas yang jauh lebih besar. 

Hal ini juga yang menjadi alasan mengapa jenis ini banyak orang-orang gunakan untuk pekerjaan pada bagian pertambangan, terutama untuk kebutuhan penggalian dalam skala besar.

3. Wheeled Excavator

Salah satu yang membedakan antara jenis ini dengan excavator lainnya adalah pada bagian roda penggerak. Jika pada umumnya excavator menggunakan undercarriage, namun jenis ini menggunakan roda ban karet.

Penggunaan jenis wheeled excavator ini sendiri hanya bisa digunakan pada medan atau area permukaan yang datar dan keras. Biasanya, jenis ini sendiri akan digunakan untuk pekerjaan pembangunan jalan dan biasanya penggunaannya pada permukaan jalan yang rata.

4. Suction Excavator

Banyak orang yang mengenal jenis excavator ini dengan nama vacum excavator. Salah satu kelebihan dari jenis ini adalah penggunaannya untuk daerah yang mudah retak.

Contoh penggunaan jenis alat berat ini adalah untuk proyek bawah tanah atau pembersihan puing bangunan. Namun, salah satu kelemahan dari jenis excavator ini adalah tidak bisa untuk proyek skala besar karena daya hisap pipa yang hanya berukuran 30 meter.

5. Long Reach Excavator

Sesuai dengan namanya, salah satu keunggulan dari alat berat ini adalah masalah jangkauan. Dengan panjang arm dan boom yang mencapai 30 meter, jenis ini memang menjadi andalan untuk pekerjaan yang membutuhkan jangkauan cukup panjang.

Penggunaan jenis ini sendiri biasanya banyak untuk pekerjaan dengan skala besar yang membutuhkan jangkauan panjang, contohnya normalisasi sungai, pengerukan pesisir pantai, pengerukan danau, pembersihan saluran irigasi, pembuatan bendungan, dan beberapa jenis pekerjaan lain.

Karena ukurannya yang lebih besar, maka salah satu kekurangan dari alat berat ini adalah membutuhkan space yang cukup luas. Sehingga pengerjaan pada ruang sempit menjadi sulit untuk dilakukan.

6. Dragline Excavator

Excavator lainnya yang juga memiliki ukuran cukup besar adalah dragline excavator. Salah satu keunggulan dari jenis ini adalah kemampuannya untuk melakukan penggalian hingga kedalaman 65 meter. 

Penggunaan alat ini sendiri banyak untuk kebutuhan konstruksi, operasional pelabuhan, kegiatan pertambangan, penggalian, pembuatan jalan raya, dan penggalian bawah air. 

Dengan bentuk arm yang lebih pipih dan juga kecil, memungkinkan alat ini melakukan pekerjaannya dengan lebih leluasa. Hanya saja, dengan ukuran yang lebih besar membuat alat ini menjadi kurang fleksibel. 

7. Skid Steer Excavator

Jenis excavator yang memiliki ukuran lebih kecil yaitu skid steer excavator. Penggunaan jenis ini sendiri biasanya pada proses pembersihan lokasi dari berbagai tumpukan, puing material, maupun berbagai sampah lainnya. 

Dengan ukuran yang cukup kecil membuat excavator jenis ini penggunaannya bisa untuk tempat yang sempit dan terbatas. Hanya saja, masalah dari alat yang satu ini adalah roda penggeraknya yang menggunakan ban. 

Hal tersebut membuat penggunaan alat ini tidak bisa  untuk medan yang tidak rata, cukup berpasir, bersalju ataupun kawasan yang berlumpur. 

Baca juga: Apa Itu Crane? Kenali Fungsi dan Jenis Oli Alat Berat Ini!

 

Komponen dalam Excavator

Setelah memahami tentang berbagai jenisnya, hal lainnya yang juga penting untuk Anda pahami adalah komponen ataupun bagian penting yang ada pada excavator berikut fungsi bagian tersebut. 

Beberapa bagian tersebut antara lain:

  • Bucket, ini merupakan bagian yang berfungsi untuk mengeruk tanah. 

  • Bucket cylinder, agian yang berfungsi untuk menggerakkan bucket. 

  • Arm, bagian yang fungsinya untuk menggerakan bucket. Nantinya, bucket akan bergerak naik dan turun. 

  • Arm cylinder, bagian yang menggerakan arm.

  • Boom, bagian utama yang akan menjadi penggerak arm.

  • Boom cylinder, bagian penggerak boom.

  • Tracker, bagian roda pada excavator.

  • Shoe, sebutan untuk bagian rantai yang melapisi tracker dan menempel langsung ke tanah.

  • Engine, bagian mesin sebagai penggerak utama untuk seluruh bagian excavator.

  • Kabin, merupakan tempat untuk operator menggerakan excavator. 

 

Pentingnya Oli dalam Perawatan Excavator

Setiap jenis excavator tentu saja memiliki peruntukannya sendiri. Namun yang pasti, Anda tidak bisa melupakan masalah perawatan untuk excavator tersebut. Salah satu bagian terpenting yang perlu Anda perhatikan adalah penggerak hidrolik. 

Pastikan oli pada bagian tersebut Anda ganti secara berkala dan memiliki interval perawatan yang panjang, serta mampu memberikan perlindungan extra terhadap sistem hidrolik anda. Yuk, ketahui apa saja jenis oli untuk alat berat dan tips memilihnya!

 

FAQ

Apa saja bagian dari excavator?

Excavator merupakan sebuah alat berat yang secara umum terdiri dari tiga bagian, yaitu boom atau bahu, arm atau lengan, dan bucket.

 

Apa yang dimaksud PC pada excavator?

Istilah PC pada excavator merupakan singkatan dari Power Crane.

 

Apa excavator terbesar di dunia?

Jenis excavator terbesar di dunia saat ini adalah Liebherr 996 Hydraulic Shovel. Ini merupakan alat berat hidrolik yang penggunaanya biasa untuk pekerjaan pertambangan.

 

Berapa kapasitas bucket excavator?

Bucket pada excavator ini sendiri memiliki kapasitas yang berbeda-beda, tergantung pada jenis dan bawaan pabrikan. 
  • Reference bucket yang memiliki kapasitas 1,4 yd3.
  • Medium bucket dengan kapasitas mencapai 0,7 yd3.
  • Maximum bucket dengan kapasitas mencapai 1,6 yd3.

 

Apa yang dimaksud dengan excavator hidrolik?

Hydraulic excavator merupakan jenis alat berat yang multifungsi. Penggunaannya bisa untuk menggali tanah, mengangkat material, melakukan pengikisan, dan juga meratakan tanah.