Beranda > Blog > Fungsi Tampungan Air Radiator (Reservoir Tank) pada Mobil

Fungsi Tampungan Air Radiator (Reservoir Tank) pada Mobil

Tips / 27 September 2023

fungsi tampungan air radiator

Bagi Anda yang sehari-hari menggunakan mobil akan familiar dengan reservoir tank. Reservoir tank atau biasa disebut tampungan air radiator memiliki peran penting dalam sistem pendingin mobil.

Apa saja fungsi tampungan air radiator pada mobil? Untuk dapat mengetahuinya, simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Tampungan Air Radiator (Reservoir Tank)?

Reservoir tank atau tampungan air radiator merupakan komponen pada mobil yang berperan sebagai tangki cadangan air radiator. Pada komponen ini berisi cairan yang berguna mendukung sistem kerja pendingin pada mobil.

Tampungan air radiator berbentuk tabung yang terbuat dari material plastik tebal. Komponen ini memiliki ukuran tertentu sesuai dengan jenis spesifikasi mobil. 

Selain itu, Tampungan air radiator terletak di dekat radiator agar mudah untuk memeriksanya.

Fungsi tampungan air radiator yakni untuk menyimpan cairan pendingin dan mengkompensasikan jika terjadi perubahan volume cairan selama proses pendinginan mesin.

Sistem pendinginan mesin merupakan sistem paling krusial pada mobil. Anda harus menjaga agar kondisi mesin dapat beroperasi dengan baik sehingga tidak mengalami overheat.

Sistem pendingin mobil bekerja dengan memanfaatkan media cairan pendingin dalam mengalirkan panas.

Apa saja Fungsi Tampungan Air Radiator?

Di bawah ini adalah beberapa fungsi dari tampungan air radiator yang perlu Anda ketahui, antara lain:

1. Tempat Menampung Cairan Pendingin dari Radiator

Fungsi tampungan air radiator yakni menjadi tempat untuk menampung air pendingin dari radiator. Letak tampungan air radiator dan tutup radiator berdekatan dan tersambung menggunakan selang. Sistem pendinginan mesin didukung dengan pressure valve dan vacuum valve sebagai katup yang mengalirkan air radiator.

Saat suhu dan tekanan air di dalam radiator naik, maka mengakibatkan pressure valve terbuka secara otomatis. Hal ini membuat air radiator mengalir melalui selang menuju tabung tampungan air radiator.

Sebaliknya, ketika suhu dan tekanan air di dalam radiator menurun, ini mengakibatkan kevakuman di dalam sistem pendinginan mesin. Hal ini merespon vacuum valve terbuka untuk menarik kembali air dari tabung tampungan air radiator menuju ke radiator.

2. Tempat Memeriksa Kondisi Air Radiator

Tabung tampungan air radiator berfungsi sebagai tempat memeriksa kondisi air radiator. Dengan membuka tutup radiator, Anda dapat melihat tanda batas maksimum dan minimum air radiator. Pastikan air radiator berada di posisi antara kedua garis tersebut.

Selain itu, Anda juga dapat melihat kondisi warna air radiator. Kondisi air radiator yang baik akan berwarna bening. Apabila air radiator berwarna coklat keruh, maka sudah waktunya Anda untuk mengganti air radiator ke bengkel.

3. Sumber Cadangan Air Radiator

Fungsi tampungan air radiator utamanya sebagai sumber cadangan air radiator. Komponen berbentuk tabung ini akan menyimpan sementara cairan pendingin saat terjadi perubahan volume akibat adanya perubahan suhu.

Ketika mesin mulai beroperasi, volume cairan pendingin akan naik. Sehingga, terjadi kelebihan cairan pendingin yang akan dialirkan menuju tampungan air radiator. 

Sebaliknya, jika mesin kembali dingin, volume cairan pendingin akan berkurang dan kekurangan cairan pendingin akan diambil dari tabung tampungan air radiator.

4. Reservoir Udara 

Kenaikan suhu yang terjadi pada air radiator yaitu karena aktivitas mesin mengakibatkan adanya udara yang terkumpul bersama cairan pendingin. Udara tersebut akan terperangkap sementara pada tampungan air radiator.

Setelah kondisi suhu pada air radiator kembali normal, maka udara tersebut akan keluar melalui tutup radiator yang terhubung dengan sistem pressure valve dan vacuum valve.

5. Indikator Level Cairan Pendingin

Tabung tampungan air radiator dilengkapi dengan indikator level cairan pendingin. Indikator ini akan mengirimkan informasi kepada pengemudi tentang level cairan pendingin melalui dashboard mobil.

Hal ini akan memudahkan pengemudi untuk memastikan bahwa sistem pendingin mobil memiliki cairan pendingin yang cukup.

Bagaimana Cara Kerja Tampungan Air Radiator?

Sistem pendingin mesin pada mobil beroperasi untuk menghindari mesin mengalami overheat. Sistem ini bekerja dengan cara memindahkan panas pada mesin selama proses pembakaran bahan bakar berlangsung.

Cairan pendingin berperan sebagai media yang memindahkan panas dengan mengalirkannya melalui komponen radiator, pompa air dan thermostat. Air pendingin yang telah menyerap panas akan dikeluarkan dan digantikan dengan air pendingin baru dari radiator.

Karena menyerap panas, air yang akan dikeluarkan akan mengalami peningkatan volume karena meningkatnya suhu sehingga memuai. Pada kondisi ini, tabung tampungan air radiator akan berfungsi menampung luapan air panas untuk sementara.

Setelah suhu air pada radiator menurun, maka cairan pada tabung tampungan air radiator akan kembali ke dalam sistem pendinginan mesin. Penting untuk selalu mengecek volume air radiator dan kondisi warna air radiator. Apabila air radiator berwarna keruh maka sudah waktunya Anda menggantinya di bengkel.

Sudah Tahukah Anda Fungsi Tampungan Air Radiator?

Fungsi tampungan air radiator penting dalam mekanisme sistem pendinginan mesin. Anda harus memastikan volume air radiator cukup serta dalam kondisi bagus agar mekanisme pendinginan mesin dapat berjalan dengan baik. Sistem pendingin mesin yang baik akan menjaga kondisi mesin dari potensi kerusakan. 

Sistem pendinginan mesin merupakan sistem penting yang harus diperhatikan dalam penggunaan mobil. Selain mengecek volumenya, Anda harus memilih air radiator yang tepat. Sebab, ini sangat penting agar kondisi mesin mobil bisa berjalan optimal. Informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca tips memilih air radiator yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya.

FAQ

Kapan air radiator masuk dalam reservoir tank?

Saat suhu dan tekanan air di dalam radiator mengalami kenaikan yang merespon pressure valve terbuka secara otomatis. Hal ini mengakibatkan air radiator mengalir menuju reservoir tank melalui selang yang menghubungkan keduanya.

Bagaimana cara kerja reservoir tank di dekat tutup radiator?

Letak reservoir ada di dekat tutup radiator yang memiliki cara kerja seperti pressure valve dan vacuum valve. Saat suhu dan tekanan air di dalam radiator melebihi tekanan pada tutup radiator, maka pressure valve akan otomatis terbuka. Hal ini mengakibatkan air radiator mengalir melalui selang masuk ke reservoir tank. Sebaliknya, ketika suhu dan tekanan air pada radiator menurun. Maka vacuum valve akan terbuka dan menarik air dari reservoir tank untuk kembali menuju ke dalam radiator.

Apa fungsi reservoir tank pada mekanisme pendinginan mesin?

  • Sebagai tempat memuat air pendingin dari air radiator saat suhu dan tekanan air tinggi.
  • Sebagai tempat mengecek keadaan air radiator.

Apakah reservoir tank dapat mencegah radiator mobil rusak?

Reservoir tank berperan dalam menampung luapan air panas dari radiator pada terjadi kenaikan suhu akibat mesin mobil beroperasi. Pada saat air di dalam radiator sudah mendingin, maka cairan pada reservoir akan kembali menuju ke dalam radiator lagi. Mekanisme ini dapat mencegah radiator mobil mengalami kerusakan.

Apakah reservoir tank harus di isi?

Reservoir tank radiator harus Anda isi sesuai dengan batasan ketinggian cairan pendingin.