Beranda > Blog > Pertimbangan Memilih Engine Oli Diesel, beserta Jenis!

Pertimbangan Memilih Engine Oli Diesel, beserta Jenis!

Tips / 23 August 2023

oli mesin diesel terbaik

Bagi Anda yang memiliki kendaraan yang bermesin diesel, pasti penasaran dengan pertimbangan apa yang harus diambil sebelum membeli. Sama halnya dengan kendaraan, engine diesel memerlukan perawatan oli yang rutin. Untuk memahami cara untuk memilih engine oil  diesel terbaik, pastikan untuk membaca artikel berikut!

 

Pertimbangan Sebelum Memilih Engine Oil Diesel Terbaik

Demi mendapatkan oli mesin terbaik untuk kendaraan Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Terdapat dua tipe kode untuk oli mesin. Kode-kode tersebut adalah kode dari American Petroleum Institute (API) dan kode Society of Automotive Engineers (SAE). Berikut penjelasannya: 

1. Kode Produk (API)

Keterangan API menunjukkan kecocokan oli dan kualitasnya. Oli untuk kendaraan yang berbahan bakar bensin berawalan kode “S” (Service/Spark Plug Ignition). Sedangkan, kode untuk kendaraan bermesin diesel adalah “C” (Commbution). 

Lalu, kode tersebut akan dilanjutkan dengan huruf lain yang menunjukkan kualitas oli. Untuk mobil berbahan bakar bensin memiliki kode SA, SB, SF, SL, dan SN. Lalu, untuk oli mesin diesel, kodenya adalah CA, CC, CD, CE, CF, CG, CH, hingga CI.

Selain itu, apabila Anda menemui oli dengan kode seperti SN/CF, maka oli tersebut cocok digunakan untuk kedua macam mesin dimana oli ini adalah oli multi grade. Huruf kedua dalam kode API ini menunjukkan kualitas oli, semakin mendekati “Z”, maka kualitas oli semakin bagus. 

Berikut adalah daftar engine oil  diesel besrta kecocokannya:

  • CI - 4.

    • Produk terbaru, keluaran 5 September 2020.

    • Cocok untuk engine 4T dan kendaraan berkecepatan tinggi.

    • Dapat menggantikan oli: CD, CE, CF-4, dan CH-4

  • CH - 4

    • Cocok untuk mesin 4T

    • Dapat menggantikan oli: CD, CE, CF-4, dan CG-4

  • CG - 4

    • Pertama kali berkembang tahun 1995

    • Untuk mesin 4T dan mesin yang berbahan bakar 0.5% sulfur

    • Dapat menggantikan oli: CD, CE, dan CF-4

  • CF - 4

    • Pertama kali berkembang tahun 1990

    • Untuk kendaraan berkecepatan tinggi dengan turbocharger

    • Dapat menggantikan oli: CD dan CE

  • CF

    • Cocok untuk kendaraan off-road, mesin diesel dengan indirect injection, dan untuk kendaraan yang berbahan bakar 0,5% sulfur

    • Dapat menggantikan oli CD

  • CE

    • Pertama kali berkembang tahun 1987

    • Cocok untuk engine diesel 4T atau kendaraan berkecepatan tinggi dengan turbocharger

    • Dapat menggantikan oli CC dan CD

  • Ada pula oli CD - II, CD, dan CC

Daftar di atas tidak sepenuhnya berurutan dari engine oil diesel terbaik hingga terburuk, melainkan berdasarkan yang terbaru hingga yang terlampau. Perlu Anda perhatikan, bahwa engine oil diesel terbaik untuk kendaraan Anda adalah oli yang memiliki kecocokan dengan mesin yang Anda gunakan sesuai dengan (OEM).

2. Kode Produk (SAE)

Kode kedua ini berkaitan erat dengan viskositas engine oil. Sebagai penulisannya, kode ini menggunakan format sebagai berikut: “5W - 40”. 

5W dalam kode ini mengacu pada viskositas pelumas pada suhu rendah. Kode “W” berasal dari kata winter dalam Bahasa Inggris yang artinya adalah musim dingin. Artinya, semakin kecil angka di depannya, semakin baik pula pelumas bekerja dalam kondisi engine dingin atau saat baru saja dihidupkan.

Sedangkan angka 40 menunjukkan kekentalan oli pada suhu tinggi, yaitu saat engine sudah mencapai suhu optimal operasional. Angka 40 menunjukkan bahwa pelumas masih memiliki viskositas yang sesuai pada suhu yang lebih tinggi.

Berikut adalah daftar viskositas oli untuk engine diesel:

  • Rimula R2 10 W ( Monograde )

    • Engine oil berbahan dasar mineral

    • Diperuntukan Engine diesel medium & Heavy Duty 

  • Rimula R3 MV 15W - 40

    • Berbahan Dasar Mineral Cocok untuk Engine diesel modern baik turbo maupun non-turbo.

    • Cocok untuk engine rendah Emisi terbaru AS 2002/Euro 3.

  • Rimula  R4 MV 15W - 40

    • Cocok untuk Engine  diesel.

    • Berbahan dasar mineral

    • Cocok untuk engine rendah Emisi terbaru AS 2002/Euro 5,4,3

  • Rimula R6 LM  10W-40

    • Berbahan dasar Syntetic oil  Cocok untuk modern Heavy Duty Engine Diesel.

    • Terbuat dengan teknologi aditif terbaru Low-SAPS untuk memberikan daya perlindungan yang maximal terhadap engine.

3. Material Oli

Agar mendapatkan Engine Oil Diesel terbaik untuk kendaraan Anda, alangkah baiknya Anda memahami material oli yang akan Anda gunakan. Pada dasarnya, terdapat dua macam material oli, yakni mineral dan sintetis.

1. Oli Mineral

Pelumas ini terbuat dari olahan minyak bumi. Ciri khas oli mineral adalah viskositasnya yang tinggi. Memiliki viskositas yang tinggi, oli mineral cocok untuk digunakan pada kendaraan konvensional.

Kelemahannya, oli mineral mudah teroksidasi dan menguap. Mengingat cara produksinya yang alami, oli mineral memiliki struktur molekul yang tidak rapi atau rata. Hal tersebut juga mempengaruhi kinerja pelumasannya. Oleh karena itu, kendaraan yang menggunakan oli mineral relatif lebih sering ganti oli.

2. Oli Sintetis 

Di sisi lain, oli sintetis tidak berasal dari minyak bumi, melainkan sepenuhnya terbuat dari rekayasa kimia. Kemajuan teknologi memiliki andil signifikan dalam perkembangan oli sintetis ini.

Mengingat bahwa oli sintetis berasal dari rekayasa kimia, struktur molekulnya pun dapat ditata. Oli ini memiliki viskositas yang rendah dan sangat cocok dengan mesin baru yang dibuat lebih presisi. Meski begitu, oli sintetis dapat melepas panas dengan baik, sehingga tak mudah teroksidasi dan menguap.

Kelemahan dari oli ini adalah harganya yang mahal. Tetapi, hal tersebut dapat dinetralisir dengan masa pakai yang lebih lama.

Terlepas dari oli mana yang dipilih, Anda harus ingat mengganti oli serta melakukan perawatan berkala.

4. Mencocokkan Oli dengan Jenis Mesin

Setelah memahami berbagai macam jenis oli, Anda harus mencocokkannya dengan jenis mesin kendaraan. Engine Oil Diesel terbaik adalah oli yang cocok dengan mesin.

Contohnya, apabila kendaraan Anda menggunakan sistem turbo, sebaiknya Anda menggunakan oli yang khusus untuk mesin turbo. Hal ini karena mesin turbo biasanya menghasilkan suhu yang lebih tinggi sehingga membutuhkan oli yang memiliki daya tahan lebih kuat dan dapat melepas panas dengan baik. 

 

Sudah Siap Membeli Engine Oil Diesel terbaik

Setelah memahami seluk-beluk tentang oli mesin diesel, Anda dapat menjaga komponen kendaraan tetap sempurna dan mengurangi downtime. Salah satu cara yang bijak dalam menjaga mesin adalah dengan memeriksakan oli mesin. 

Anda dapat menggunakan jasa periksa Engine Oil Diesel Shell dari SEFAS Group. Perusahaan ini menjual berbagai oli dengan kualitas terbaik yang bisa Anda pilih. Bekerja sama dengan Shell, SEFAS Group juga berperan sebagai distributor oli hidrolik Shell

 

FAQ 

1. Engine diesel sebaiknya pakai oli apa?

Oli dengan kode Rimula R3 MV 15W-40. Oli ini telah berbahan dasar mineral sehingga akan menjaga mesin Anda dengan optimal.

 

2. Kenapa oli buat engine diesel lebih kental?

Engine Oil Diesel membutuhkan kekentalan yang lebih tinggi karena mesin diesel menghasilkan suhu yang tinggi. Terlebih pada Engine dengan turbocharger.

 

3. Berapa lama ganti oli engine  diesel?

Sebaiknya, oli engine diesel diganti secara berkala setelah menempuh jarak 5.000 km atau setelah 3 bulan.

 

4. Apa penyebab oli mesin cepat habis?

Umumnya, kehabisan oli mesin disebabkan oleh kebocoran seal oli atau menguap.

 

5. Apa tujuan memanaskan mesin?

Bertujuan untuk melindungi engine dengan memberikan kesempatan pada oil untuk bersirkulasi melakukan  pelumasan awal sebelum peralatan dipakai untuk bekerja.Sehingga terhindar dari kerusakan Engine.